Sabtu, 12 Desember 2015

BREAD SATAY

Edit Posted by with No comments



Udah seminggu lebih saya absen dari gelanggang masak memasak roti, snacks dan semacamnya. Sudah beberapa hari ini saya mengikuti short course membatik dengan seorang ahli membatik yaitu Bli Made di Ubud dekat hotel Tjampuhan letaknya. Kenapa saya tertarik membatik, lebih karena keunikannya, membatik Balinese style agak keluar dari pakem membatik tradisional Solo. Yang saya ikuti ini lebih ke free style dan jauh lebih abstrak hasilnya dan tidak seperti kain batik pada umumnya. Okay…come down guys…tenang nanti setelah kainnya kering dan ready-to-show cases pasti deh akan saya upload gambarnya. Promise!


Get back to the daily routine as a home cook person, Btw…tadi pagi para krucil kami mulai merengek-rengek dan mereka bilang now mommy is not like the other days and has been forgot to all what her kids like to eat as usual. Aduh, nak…jangan gitu dong. Ibu kan sibuk belajar membatik. Sedih juga sih dengernya..cup…cup..sayang…alright! mommy will prove to you guys that I’m and will still..still love you more to the moon and back.

Maka terciptalah sepiring bread satay yang sebetulnya adalah bulatan donat yang di tusukkan ke lidi tusukan sate dan di baluri gula halus.

Fortunately, anak-anak ku pada happy and very enjoying the simple bread. Hati saya senang bukan kepalang bisa menyenangkan hati anak-anak dengan roti buatan sendiri yang segar dan menyehatkan.

Berikut ini resepnya khusus buat anda yang berniat mencobanya juga di rumah.

Bahan:

20 sdm terigu protein tinggi
1 sdm baking powder
3 sdm margarine
1 sdm susu bubuk putih (saya pakai susu Dancow)

Bahan biang:

100 ml air hangat kuku
1 sdm gula pasir
½ sdm ragi instan (saya pakai Haan)

Bahan taburan:

Gula halus

Cara membuatnya:

Pertama-tama kita harus membuat biangnya dahulu. Campur gula pasir, air hangat dan ragi instan bersama, aduk dan diamkan 8 menit. Sisihkan.

Di sebuah wadah bersih campur terigu yang telah di ayak sebelumnya dengan margarine dan baking powder, aduk merata dengan spatula.

Setelah ragi terlihat mengembang setelah didiamkan 8 menit, tambahkan itu kedalam adonan tepung. Lalu aduk dan uleni hingga kalis. Jika adonan terlalu encer, kita bisa masukkan sedikit terigu hingga kita merasa konsistensinya pas. Jika terlalu padat, kita masukkan sedikit air hangat dan mulai menguleninya kembali hingga kalis dan bentuk bulat seperti bola.

Istirahatkan selama 40 menit hingga mengembang dua kali lipat di dalam sebuah wadah dan bungkus dengan plastik.

Kemudian kita bentuk bulatan-bulatan kecil, ingat jangan tekan bulatan ini karena kita ingin agar adonan ini tetap berisi udara di dalamnya. Siapkan 6 buah lidi tusukan sate yang bersih.

Panaskan minyak yang banyak pada api kecil.

Goreng bulatan hingga berwarna keemasan, angkat dan tiriskan.

Siapkan gula halus di dalam kantong plastik dan cemplungkan bulatan gorengan ke dalamnya. Guncang-guncang hingga permukaannya terselimuti oleh taburan gula halus.

Tusukkan tiga-tiga per tusuk sate.

Sajikan segera.

Untuk 6 buah



MARBLE CAKE

Edit Posted by with No comments



Kali ini saya baru saja membuat Marble Cake Homemade yang rasanya menurut saya lumayan lezat, banyak yang mengatakan bahwa ini something that suppose to be around for any of our family occasion…aduh GR and melayang deh jadinya….


Cake jenis ini termasuk dalam category butter cake yaitu kue yang dalam pembuatannya membutuhkan tambahan untuk dapat mengembang sempurna. Bahan yang mem-boost bentuk daripada cake ini tak lain adalah emulsifier. Saya menggunakan SP dan Baking Powder. Honestly, sebenarnya saya lebih condong suka menggunakan Baking Powder karena mudah larut dan tidak oily seperti jenis emulsifier lainnya. Tapi berhubung di chiller terdapat SP ya udah..why not I used it. Maka saya tambahkanlah SP ke dalam adonan tersebut and it did works well. Syukurlah!

Cara pembuatan dan bahannya silahkan di catat sebagai berikut and make your own stunning and delicious marble cake.

Bahan A:

13 sdm terigu protein sedang
3 sdm susu bubuk
1 sdt baking powder

Bahan B:

12 sdm gula halus
4 telur
1 sdm SP

Bahan C:

5 sdm butter (lelehkan)
½ bungkus santan instan ( saya pakai Kara)
Pasta Coklat
Coklat Chips

Cara membuatnya:

Semua bahan A di ayak dan tempatkan di sebuah wadah bersih. Aduk merata

Masukkan gula dan SP ke dalam bahan A, aduk merata. Tambahkan telur satu persatu sambil di mixer dengan speed tinggi. Lakukan hingga adonan mengembang dan mengental.

Sekarang masukkan mentega, aduk merata dengan spatula, dan tambahkan santan. Mixer lagi sekitar 4 menitan. Matikan kocokan.

Siapkan loyang, oles dengan margarine atau butter, taburi dengan terigu di seluruh permukaannya merata atau bisa juga alasnya di beri kertas roti supaya mudah mengeluarkannya nanti dari loyang.

Ambil sekitar 8 sdm adonan dan tempatkan di sebuah mangkok. Masukkan pasta coklat kedalamnya dan aduk sehingga warnanya berubah menjadi coklat merata.

Masukkan adonan putih ke loyang dan taburi dengan coklat chips, aduk sehingga coklat chipsnya menyatu dengan adonan.

Siram adonan coklat ke atas adonan putih secara acak dan dengan menggunakan sendok garpu, putar-putar sendok sehingga membentuk pola bergelombang.

Bake adonan selama 40 menit dengan api sedang. Sebelumnya ingat, oven harus di panaskan dulu agar panasnya merata dan cake tidak hanya mengembang sebelah.

Okay…everything is done and enjoy your baking time!



Selasa, 08 Desember 2015

Keep organized dan selalu rapih…ih..repot? Not at all!

Edit Posted by with No comments


Banyak orang yang kurang peduli dengan keberadaan dokumen-dokumen yang dirasa kurang begitu penting, atau malah ada dokumen yang sebenarnya penting tapi asal di simpan begitu saja bahkan sampai terlupakan dan ketika hal itu di butuhkan yang ada malah kalang kabut mencarinya.

Saya dulunya begitu…ya asal aja, tapi lama-lama capek juga ya mengalami situasi yang tidak mengenakkan saat harus tunggang langgang mencari file yang dibutuhkan hanya karena tidak menatanya secara rapih.

Dengan menyadari fungsi penyimpanan dokumen merupakan hal yang penting tanpa kita ketahui kita telah melakukan efisiensi waktu..dan  ingat time is money lho…artinya dengan menata dokumen kita secara rapih dan teliti sebenarnya kita telah berpartisipasi dalam melakukan penghematan uang.

Dokumen seperti apa yang mesti jelas tempat penyimpanannya?

1.       Buku bank
2.       Surat-surat dari bank seperti surat tagihan kartu kredit, surat pemberitahuan
3.      Polis asuransi
4.      Informasi mengenai asuransi yang kita miliki
5.      Dokumen cicilan rumah
6.      Sertifikat tanah
7.      Struk pembelian barang
8.      Dokumen tentang pajak
9.      Dokumen pembayaran dan penagihan
10.   Akte nikah, dll
11.    Copy resep obat

Apa yang dibutuhkan untuk penyimpan dokumen dengan baik?

1.     Folder plastik untuk menyimpan file dokumen di dalamnya atau bisa juga kotak sepatu yang sudah tidak terpakai namun masih dalam kondisi bagus
2.       Penjepit kertas
3.      Kertas post-it
4.      Pulpen
5.      Amplop
6.      Stapler

Dimana storage ini kita simpan?

Sebaiknya semua dokumen yang telah kita tempatkan dalam satu wadah kita letakkan pada tempat yang mudah kita lihat dan jangkau. Sehingga ketika kita membutuhkannya sudah tidak ada lagi yang namanya acara pontang panting berjam-jam mencari dokumen tersebut.

Apakah semua file atau dokumen yang ada harus di simpan semua? Terus bagaimana dengan file dari tahun 2009? Wah, ini bakalan place consuming nih!

Dokumen seperti struk belanja di supermarket biasanya tidak perlu kita simpan sampai bertahun-tahun karena nantinya akan menjadi sudah tidak relevan lagi dengan kondisi terkini. Kalau saya menyimpan struk belanja hanya dalam tahun itu saja, misalnya untuk belanjaan kebutuhan sehari-hari di supermarket biasanya saya menyimpannya dari bulan januari hingga desember pada tahun tersebut, ini saya simpan hanya sebagai referensi harga setiap saya akan berbelanja ke tempat itu. Kebetulan saya bukan tipe konsumen impulsif yang selalu berbelanja tanpa rencana. Saya selalu membuat list barang apa yang nantinya akan saya beli, dengan demikian saat berbelanja saya telah memiliki gambaran berapa rupiah nantinya harus saya gelontorkan untuk membayar belanjaan itu. Nah, makanya saya selalu membutuhkan struk belanjaan sebelumnya untuk melihat harga-harga barang yang saya perlukan. Memang harga memiliki gerak fluktuasi namun pastinya hal ini tidak akan berubah jauh dari harga sebelumnya. Dengan berbelanja gaya “organized” begini saya jadi terhindar dari momen-momen “deg-deg plass” di depan kasir, bertanya-tanya dalam hati berapakah gerangan total belanjaan kita.

Struk belanjaan yang sudah tidak kita perlukan bisa kita buang ke tempat sampah.

Tapi hati-hati dengan dokumen-dokumen yang kita rasa agak sensitip seperti tagihan kartu kredit dan lainnya, jangan asal di buang sembarangan. Hari-hari ini banyak pihak yang sering menyalahgunakan dokumen orang lain. Untuk itu file-file seperti ini harus kita hancurkan terlebih dahulu. Bisa dengan menggunakan shredded machine atau mesin pemotong kertas atau jalan termudah adalah menggunting file-file tersebut kecil-kecil hingga tidak bisa di satukan seperti puzzle ataupun minimal sudah tidak bisa terbaca lagi.
Khusus untuk file mengenai pajak saya rasa yang jenis beginian harus kita simpan setua apapun itu. Suatu saat mungkin saja kita memerlukannya.

Kapan saya bisa mulai merapihkan dokumen saya?

Good question!

Jawabannya adalah the sooner the better…lebih cepat lebih baik, kalo bisa dilakukan sekarang, why not?

Jangan tunggu sampai kejadian kebingungan cari file terulang lagi and surely it will driving you crazy!

Memang betul kita akan membutuhkan waktu sekitar 2-3 jam untuk melakukan ini tapi percaya deh..it’s worthed koq…

Pada akhirnya fakta akan berbicara bahwa hal remeh ini akan sangat berarti dalam mengefisiensi waktu kita. Waktu terbuang percuma? Gak ada lagi deh!










Senin, 07 Desember 2015

SIMPLE + EASY BLACKFORREST

Edit Posted by with No comments



Yang namanya Blackforrest cake biasanya identik dengan cara pembuatan yang rumit dan bahan-bahan yang bejubel banyaknya.

Buat saya, Blackforrest itu lebih ke penampilan luarnya yang sebagaimana namanya yang berarti hutan yang gelap sudah semestinya “look” kue tersebut haruslah segelap namanya.

Sedangkan bagian dalamnya tidak melulu harus berwarna hitam pekat. Saya lebih memilih warna kecoklatan yang saya dapatkan dari lelehan dark cooking chocolate.

Cake ini memiliki tingkat kesulitan sedang, mungkin yang mesti diperhatikan adalah durasi pengocokan telur dan gula, karena disinilah letak mengembang tidaknya nanti pada tampilan kue. Pengocokan harus menghasilkan adonan telur-gula yang mengembang, kental dan berwarna keputihan. Kalau yang ini sudah tercapai dapat dipastikan step – step selanjutnya akan berjalan mulus.

Bahan I (untuk cake):

4 buah telur
8 sdm gula halus
1 sdt baking powder
10 sdm terigu protein sedang
50 gr dark cooking chocolate
5 sdm margarine leleh

Bahan II (Buttercream)

6 sdm susu kental manis
10 sdm gula halus
5 sdm margarine

Olesan:
Susu kental manis

Cara membuatnya:

Lelehkan margarine di api kecil, setelah agak larut, masukkan DCC aduk rata, angkat, sisihkan

Kocok gula dan telur dengan high speed hingga warna memutih dan kental mengembang
Tambahkan baking powder kedalam adonan

Masukkan 2 sdm terigu, kocok hingga larut lalu masukkan 2 sdm lagi, ulangi pengocokan hingga terigu habis, adonan teremulsi dan menyatu dengan baik

Sekarang waktunya memasukkan larutan margarine dan coklat leleh ke dalamnya

Siapkan loyang, olesi dengan margarine dan alasi dengan kertas roti

Panggang selama 30 menit atau hingga matang, angkat, dinginkan pada suhu ruangan

Setelah cake dingin, potong 2 bagian secara vertikal. Bagian tengahnya di olesi dengan
Susu kental manis dan akhirnya olesi dengan butter cream. Simpan di chiler.

Membuat Buttercream:

5 sdm margarine
6 sdm susu kental manis putih
10 sdm gula halus

Kocok ketiga bahan tersebut diatas,  kocok dengan mikser, speed lambat sampai teremulsi dan mengembang cantik

Cara menyusun cake:



Keluarkan kue dari loyang saat dalam keadaan suhu ruangan

Setelah cake di potong 2 secara vertical, ratakan sisi-sisinya dengan pisau

Tumpukkan cake menjadi 2 tingkat

Di bagian tengah kue, olesi dengan SKM lalu siram lagi dengan butter cream

Hias bagian atas & samping kiri kanan kue dengan butter cream di seluruh permukaan cake

Taburi dengan irisan DCC

Siap disajikan.








Sabtu, 05 Desember 2015

SERABI APEM DUO

Edit Posted by with No comments



Hi all…how is everything goin’? hope things going right…amen!
Today, I’m gonna share with you guys how to cook one of my favorite breakfast meal.
This cake is made from rice flour mixture with tapioca and coconut milk. Surely this tasty mixture will produce a sweet fragrant smelly fresh coconut milk breakfast cake. All I can say is this very yummy and succulent but savory. This is what I need to open my lovely day.
The ingredients are so simple and the way of cooking it yet very straight. We don’t have to apply some complicated mixing like in a way we make cake. So, I think there’s none easiest  morning meal to make than this. That’s why I suggest you guys to also being able to cook this and I think this will come in handy to you when you are stuck in a very short of time to prepare a breakfast meal for your family.
Shall we begin? Here are the recipe for you to peruse…happy cooking guys!

Ingredients:

10 tbsp granulated sugar
7 tbsp tapioca flour
16 tbsp rice flour
1 glass coconut milk (=200 gr)
1 tsp oil
½ tbsp instant yeast
Salt to taste

How to make:

  • Mix rice flour and tapioca in one place, stir well. Then put in it also the sugar and yeast, stir again.
  • Add oil and coconut oil in the mixture, just do it slowly and little by little at a time, stir.
  • Let it rest for around 1 hour before cook.
  • Prepare the pan for cooking, grease it well with oil.
  • Add salt in to the mixture now and stir it well several times before cook.
  • Take the mixture using a big vegetable spoon and apply it on the pan gently, press slowly the mixture on the pan with the back side of the spoon, so the mixture will slightly go over surround the pan and this will produce a crispy side of the cake.
  • Put the lid on it. Let it sit on the pan around 7 minutes with low heat of fire. Then open the cake and check whether there are some small holes formed on the cake. Turn the other side of the cake for like 2 minutes. Put the lid on again.
  • Take the cake from the pan and place it on to the plate.
  • Ready to enjoy!

           For 6 pieces







Kamis, 03 Desember 2015

NUGGET TEMPE SUPER EASY

Edit Posted by with No comments


Saya bukan seorang vegan, mungkin bisa juga sih disebut semi vegetarian, meskipun masih mengkonsumsi daging. Tapi boleh dibilang jarang-jarang memang karena setelah melihat berbagai tayangan mengenai sisi buruk dari kebiasaan mengkonsumsi daging merah seperti memicu penyakit kanker, saya jadi takut-takut gimana gitu. Kayaknya udah saatnya deh beralih ke alternative protein lain yakni kedelai.

Untungnya saya suka semua produk turunan kedelai, just name it and I will mention all of it. Tempe..i like it! Tahu…I love it! Oncom…I’m crazy about it…sayangnya saya belum pernah menemukan pedagang oncom di Bali…..#edisikangenoncom.

Nugget tempe ternyata tidak kalah lezat dari nugget ayam dan semacamnya. Memang sih jangan berharap kalau bau khas tempenya akan hilang, smell tempenya masih tetap ada hanya rasa dan bentuk lebih menarik, gurih, krispi, yummy dan it’s not just a boring piece of tempe anymore!

Caranya tidak sulit….dan dijamin anti gagal.

Oke…mari simak resep berikut and do your own nugget tempe!

Happy cooking Bunda!

Bahan:

1 bungkus tempe

1 tangkai daun bawang, iris halus

2 sdm terigu protein sedang

1 sdm tepung tapioka

3 sdm bawang merah goreng, di giling

1 sdm bawang putih goreng, di giling

1 buah telur, kocok lepas

½ sdt lada bubuk

Garam secukupnya

Kaldu sapi bubuk secukupnya

Pelapis:

1 buah telur, kocok lepas

100 gr tepung panir

Cara membuatnya:


Campur semua bumbu kecuali telur, giling hingga halus



Setelah halus masukkan telur, aduk merata hingga semua tercover telur



Kukus selama 30 menit, Angkat. Diamkan 20 menit

Potong dengan pisau adonan sesuai dengan keinginan

Lapisi dengan telur kocok



Gulingkan di tepung roti

Goreng di minyak panas, api sedang hingga coklat keemasan

Angkat, tiriskan minyak

Sajikan dengan saus atau cabai rawit


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...