Senin, 14 September 2015

JENIS DAGING APA YANG BISA DI MAKAN MENTAH?

Edit Posted by with 2 comments



Ada beberapa jenis daging yang diperbolehkan untuk di konsumsi saat masih dalam keadaan mentah terutama di bagian tengahnya. Steak sapi? Ya betul sekali, begitu juga dengan domba. Bakteri yang terpapar pada daging jenis ini hanya berada di bagian terluar saja, sedangkan bagian ini tentu saja kita masak sampai pada suhu tertentu.

Namun lebih baik jangan berikan steak sapi ini pada orang-orang yang rentan terkena penyakit, misalnya ibu hamil, bayi dan balita, serta para manula atau bahkan juga pada orang-orang yang sedang tidak sehat. Sebaiknya mereka ini tidak diberikan steak yang masih berwarna pink atau biasa disebut ‘rare’ atau sama sekali jangan masukkan ini ke daftar diet mereka.

“Lalu bagaimana cara memasak daging ini?”

Gak usah bingung say…..

Saat memasak steak untuk mendapatkan tampilan ‘rare’ atau masih berwarna pink di bagian dalamnya, kita hanya perlu memasang api yang panas untuk mematikan bakteri pada bagian luar. So, kita tahu dari mana kalau bakteri di bagian luar sudah lenyap? Ya dari perubahan warna daging. Daging akan berubah warna dari yang tadinya berwarna merah menjadi agak berwarna gelap.

Yang perlu diperhatikan saat memegang daging adalah jangan pernah lupa untuk mencuci tangan kamu sebelum dan sesudahnya sebab ini penting banget dalam hal pencegahan penyebaran bakteri pada daging. Juga gunakan alat masak yang berbeda saat menghandle daging saat mentah dan saat sesudah matang. Pisau yang di gunakan saat memotong daging mentah jangan lagi di gunakan untuk memotong daging matang. At least cuci bersih dulu pisaunya kalau mau di gunakan lagi.

“ Mau tahu cara mengetahui kalau daging sudah matang?”

Dalam hal ini maksudnya ‘well done’ ya friends…bukan ‘rare’

·     Saat kamu menusukkan daging pada bagian terkeras dengan garpu, sari daging atau juices yang mengalir keluar akan berwana bening. Kalau pada daging unggas, bagian terkerasnya selalu berada pada bagian paha antara dada dan ‘drumstick’.

·         Saat dalam keadaan matang, daging akan berubah warna. Cek apakah masih ada warna ‘pink’ di dalamnya. Kalau masih tampak merah muda berarti daging masih mentah.

Ada alternatif lain untuk mengetahui apakah daging masih mentah atau sudah matang.

Yaitu…tarrraaaaaaaaaaa!

Dengan menggunakan T-E-R-M-O-M-E-T-E-R….yup!

Termometer ini bertugas untuk mengukur suhu bagian dalam daging atau masakan jenis kaserol, pastinya untuk meyakinkan kita apakah suhu tertentu sudah tercapai sehingga bakteri yang mungkin bercokol sudah musnah.

Daging ikan, daging unggas seperti ayam, burung, bebek, daging babi, daging cincang dan turunannya seperti sosis dan burger, juga daging-daging yang sudah di ‘deboned’ atau yang tulangnya sudah di keluarkan harus di masak setidaknya pada suhu 70C – 75C selama minimal 2 menit.

“Dimana kita meletakkan thermometer untuk mengetahui kondisi matang tidaknya?”

Kaserol
Ini adalah jenis masakan seperti lasagna, nasi ala mexico, macaronie schotel dan semacamnya. Cara mengeceknya adalah dengan menusukkan termometer ke bagian yang kita rasa paling keras.

Unggas
Tusukkan termometer ke bagian dalam area pangkal paha yang berdekatan dengan bagian dada tapi make sure jangan sampai mengenai tulangnya ya.

Daging Cincang dan Turunannya
Yang di maksud daging cincang di sini bisa apa saja. Bisa sapi, babi, ayam, bebek…pokoknya apa saja. Kalau turunannya ya seperti sosis dan burger. Tempatkan termometer pada bagian terkeras dari daging cincang atau giling ini.

Daging sapi, sapi muda atau veil, domba, babi, roasts dan steaks
Tempatkan termometer di tengah-tengah dari bagian yang terkeras. Hindari mengenai tulang atau lemak daging.

Mudahkan?

Nah! Setelah selesai menggunakan termometer jangan pernah lupa ya friends untuk segera mencucinya dengan sabun dan bilas dengan air hangat.

Selamat mencoba…J

Kamis, 10 September 2015

INSPIRED BY THE BREATHTAKING BALI'S BEAUTY

Edit Posted by with No comments








Thanks, Bali!
You have had brought me many invaluable inspiration.

Rabu, 09 September 2015

GAK KEBAYANG BAKAL TINGGAL DI BALI

Edit Posted by with No comments



Seumur-umur saya gak pernah punya bayangan nantinya bakal settle down di Bali. Sumpah! Waktu kecil saya palingan pernah merengek-rengek ke ayah ibu saya supaya diajak tamasya ke Pantai Kuta. Kenapa? Soalnya banyak dari temen sekelas saya di SD udah menginjakkan kaki di Pulau Dewata. Dan tau dong gimana sekembalinya mereka dari liburan panjang pasti yang di ceritain ya tentang gimana pengalaman mereka selama di Bali yang pasti dijamin seru. Can you imagine betapa inginnya saya merasakan hal yang sama. Tapi biar mohon-mohon dan nangis-nangis depan ayah ibu juga gak bakalan terwujud. Masalahnya ya dana, ayah saya cuma bekerja sebagai pegawai kecil di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang marketing di Jakarta Selatan. Ibu saya seorang penjahit dan terkadang nyambi jadi penata rias pengantin itu juga gak sering-sering dapet job. Maka sulit sekalilah untuk membayangkan kami bakal bisa berlibur ke Bali.*nelen ludah.

Pendapatan ayah saya hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari dengan cukup…saya gak bilang kurang ya sis…artinya saya dan kakak bisa makan roti lauw setiap sore sebagai kudapan, bisa langganan majalah bobo, bisa kursus electone, kursus balet, bisa minta stationary baru setiap pengen penghapus yang lucu-lucu. Kecuali pergi ke Bali dan membeli mobil. Kemana-mana kami berempat: ayah-ibu-kakak-saya selalu menggunakan motor sebagai moda transportasi. Meski demikian kami selalu diajarkan supaya selalu bersyukur pada Tuhan..selama kami selalu bersama itu sudah lebih dari cukup.

Kakak saya Amelialah yang akhirnya membawa kami berempat ke Bali dua tahun kemudian. Kok Bisa? Waktu itu sebuah produsen susu mengadakan sayembara berhadiah, saat itu jaman-jamannya siapa yang paling banyak ngirim kotak pembungkus susu akan memiliki banyak kesempatan memenangkan undian. Tidak ada diantara kami yang sadar kalau Kak Amel selalu menyimpan kotak kemasan susu tiap kami membelinya, begitulah dia pelan-pelan ngumpulin kotak kemasan dan ketika sayembara diadakan langsung dia kirim meskipun harus memecahkan celengan ayamnya terlebih dulu supaya ada biaya membeli perangko. Saya ingat waktu itu kakak mengirim hampir 50 kotak. Dua bulan kemudian tak disangka-sangka nama Ayah tertulis di sebuah Koran terbitan ibukota sebagai pemenang hadiah utama menginap selama 3 hari 2 malam di sebuah hotel berbintang tepat di depan pantai Kuta. Ternyata kakak mengirimkan kemasan itu atas nama ayah. Bukan main hebohnya kami ketika mengetahui ini, saya nangis kesenangan, kakak berdoa dan ke gereja mengucap syukur, ayah ibu terbengong-bengong dua hari saking kagetnya.

Long story short, akhirnya kami sampai ke juga ke Bali, luar biasa indah, luar biasa ramai, pokoknya menyenangkan sekali. Di Bali mulai dari akomodasi, transportasi, konsumsi bahkan sampai ke uang saku kami di tanggung pihak penyelenggara. Benar-benar mimpi yang terwujud. Sayangnya liburan itu teramat pendek dan kami semua menangis terharu ketika akhirnya harus meninggalkan Bali. Tapi saya merasa menjadi orang yang paling sedih, entah kenapa, ketika kembali lagi ke Jakarta saya merasa hati saya tertinggal di Bali. Entah kapan akan kembali ke sana lagi….hiks..

Di kemudian hari setelah saya dewasa akhirnya saya tahu kalau tinggal di Bali itu bukan hal yang mudah ternyata. Ini sama sekali tidak berhubungan dengan uang ya…ada uang yang cukup atau tidak. Sama sekali bukan. Tapi lebih kepada apakah Bali sendiri menerima kamu sebagai bagian dari pulau itu. Ini sangat spiritual sekali. Teman saya Sandra Lizt dari Swiss pernah bilang bahwa living in Bali it’s not as easy as you might imagine, it’s either Bali will suck you in or spit you out. Kalau Bali menerima kehadiran kamu untuk tinggal di dalamnya pasti kamu akan di buat betah selama berada di sana tetapi kalau Bali tidak menerima kamu, dengan segera kamu akan merasa gelisah dan panas didalam diri kamu selama di Bali dan menemui berbagai macam masalah. Di Bali ada yang di sebut Taksu yaitu semacam kekuatan spiritual yang menyelimuti setiap jengkal napas kehidupan. Bagi yang menghormati tatakrama Bali dan tidak berbuat onar pastinya alam Bali akan dengan senang hati menerima keberadaan kita. Tapi bagi yang menyimpan niat buruk sebelum dilakukanpun alam Bali sendiri telah mengetahui dan kecil kemungkinan bisa bertahan tinggal lama di Bali.

Untunglah setelah menikah dan mengikuti suami tinggal di sini semua berjalan baik seperti yang sudah direncanakan sejak semula. Alhamdulillah-Astungkara-Puji Tuhan. Alam Bali di sini sangat mendukung kehidupan dan kreatifitas kami sebagai warganya. Pada postingan selanjutnya saya akan banyak membahas keunikan-keunikan Bali….ditunggu ya friends…..





GAYA 20'S CIKAL BAKAL SEMUA FASHION STYLE

Edit Posted by with No comments



Fashion style pada era tahun 1920 dianggap sebagai stumble stone atau batu loncatan dari segala mode yang di kemudian hari berkembang massif menjadi gaya 40’s, 50’s, 60’s, 70’s, 80’s dan 90’s. Kalau kita lihat dari alur pola pada kebanyakan fashion dengan gaya vintage 20’s terlihat garis pattern yang seolah-olah mengandung unsur keseganan. Maksud saya di sini mungkin dikarenakan ini adalah masa transisi dari era sebelumnya yang kebanyakan pakaiannya cenderung membungkus tubuh pemakainya secara total seperti konsisten menggunakan dress panjang klasik dengan long sleeve yang jelas memiliki aksen agak kaku, mengenakan temali pengikat di bagian punggung demi membentuk garis pinggang. Sungguh merupakan upaya melelahkan untuk sekedar menjadi menarik dan tentu tidak dijamin nyaman saat mengenakannya.

 Tentunya segala kemoderenan yang diharapkan terjadi pada fashion era 20an ini tidak serta merta dapat dengan begitu saja meneriakkan semangat itu. Mungkin karena masih menaruh rasa segan dan hormat berlebihan pada semua restriction atau batasan yang biasanya dipatuhi di masa-masa tahun 1910 dan 1800an membuat tampilan drop waist dress merupakan puncak dari pencapaian gaya fashion era 20 an demikian juga dimulainya penggunaan rok pendek dan celana panjang. Sebagai tambahan kita juga tidak boleh melupakan kontribusi Choco Chanel yang membawa ‘flapper silhouettes’ kedalam perkembangan fashion pada tahun itu. Era 20’an ini pastinya era yang menginginkan adanya pakaian yang lebih comfortable dikenakan dibanding dengan fashion pada era sebelum ini.




Tahun 1920an tidak saja diketahui menjadi awal dari segala perkembangan mode di seluruh dunia. Di samping itu di tahun-tahun itu pula terjadi geliat pertumbuhan di bidang kosmetik yakni para wanita di era ini tidak lagi malu-malu untuk membubuhkan kosmetik seperti bedak di muka umum. Sebelumnya wanita selalu berdandan di kamar rahasia yang kerap di sebut powder room. Disaat ini pula para wanita mulai memakai Cloche Hat yaitu topi dari bahan yang lentur untuk menutupi dahi dan rambut yang pendek. Namanya juga tahun-tahun transisi jadi segalanya harus melalui tahap-tahap hingga di rasa cocok secara psikologis bagi para wanita di jaman itu. Pada tahun sebelumnya kebanyakan wanita memiliki long hair dan di tahun 20’an dimulailah potongan rambut pendek Bob. Karena mungkin masih malu-malu menunjukan kepalanya yang kini berambut pendek, maka keberadaan Cloche Hat sangatlah di butuhkan untuk menjembatani rasa segan tersebut. Pada jaman ini juga penampakan dahi yang terbuka dianggap tidak modis, untung ada cloche hat ya….

Selain bidang kecantikan, bidang lain yang secara simultan ikut berkembang diantaranya seperti bidang arsitektural, music terutama jazz, penggunaan telepon, pertumbuhan produksi mobil, mulainya rumah-rumah produksi memproduksi film-film, bergeraknya industri hiburan yang melahirkan selebriti-selebriti senior terkenal. Lalu diberikannya kesempatan pada wanita untuk ikut berpartisipasi dalam pemilihan presiden di Amerika Serikat untuk pertama kalinya, mendorong semangat berkarya yang kemudian terpatri pada fashion style di tahun-tahun berikutnya.

Sayangnya terjadi depresi besar di seluruh dunia pada 1929 akibat meletusnya perang dunia pertama, hal ini membuat akselerasi dari perkembangan fashion dan lifestyle menjadi terhambat. Itu makanya kita tidak mendengar ada spesialisasi mode fashion era 30an yang menjadi panutan di kemudian hari, karena memang bisa di bilang tidak ada sesuatu yang spesifik dilahirkan pada era ini atas nama fashion.

Baru kemudian kita mendengar ada style 40’s sebagai pembuktian bahwa perkembangan fashion bergerak horizontal dan menyebarkan gaungnya ke seluruh penjuru dunia.

Kita akan segera membahas fashion 40’s ya friends…I promise J



Selasa, 08 September 2015

PETANG YANG DIPENUHI TEKA-TEKI (A POEM)

Edit Posted by with No comments


Memandangimu yang tengah membunuhi sepi sambil memberi makanan pada sebuah kolam penuh berisi ikan-ikan nan lezat yang nantinya mereka akan ditangkringkan diatas pemanggang penuh kobaran api. Liurku tertumpah tak sengaja, mungkin karena kegagahanmu atau mungkin juga karena membayangkan ramuan bumbu ikan bakar harum menggiurkan. Mungkin juga bukan karena kedua hal itu. Aku sendiri terendam rasa bingung. Disitu juga ada taman kecil cantik dipenuhi bebungaan penuh warna, meski tak seekor  kupu-kupu pun yang bertengger jumawa. Kau seolah-olah tampak begitu perhatian menatapi ekor demi ekor ikan yang tak berkelelahan mengibaskan tubuh sintalnya seirama denga gejolak jiwamu yang sedang gundah gulana. Lalu pandanganmu sejenak beralih ke arah taman mungil itu, tapi sedetik kemudian kembali lagi terpaku menontoni ikan-ikan bercengkrama. lama....lama sekali. Dan akhirnya matamu membentur sesuatu....yaitu aku.

#Aku berharap suatu ketika bisa berada di taman itu bersamamu meski wujudku mungkin telah berubah menjadi semak rindang yang tanahnya adalah tempatmu berpijak.

#Aku rela menjadi udara yang kau hisap dalam-dalam dengan gairah.

Taman kecil yang teduh dan damai itu kadangkala disinggahi berpasang-pasang kupu-kupu kasmaran, atau kupu-kupu yang sedang bermasalah dengan pasangannya atau kupu-kupu yang berniat menyelesaikan suatu hal dengan pasangannya...atau ingin sekedar bersosialisasi dengan capung dan kunang-kunang di malam hari. Ada kesunyian yang menantang aku menjelajahinya. Sebuah sunyi bersahabat dan tapak batu yang tak banyak bicara. Sunyi yang menyeruak keluar dari taman itu bukanlah sunyi yang mustahil. Ia tak lain pintu gerbang yang kuncinya bisa digunakan untuk memasuki sanubari lelaki yang tengah menatapi ikan berenang-renang dan yang kemudian menatap aku.

Dimatanya aku bisa melihat kesegalaan, ada danau yang di penuhi cairan dari kawah gunung, ada hutan lindung, ada air terjun. Gelisahku rupanya menimbulkan bebunyian yang memecahkan rasa sunyi. Ketakutan aku seketika, seperti di kejar belasan anjing penggembala yang sekonyong-konyong berada di taman yang sama bersamaku. Aku keluar dari taman itu dengan debar jantung sekeras bunyi guntur atau mungkin serupa gemuruh derai air terjun yang kuintip ada di pelupuk mata lelaki itu. Ah...sunyi itu kini menjadi pelangi memancarkan sebongkah warna-warni tropikal yang melatari sebuah pesta yang aku tidak tahu temanya. Entah keriaan apa yang dihelat disana, mungkin diskoan, sweet seventeenan, entahlah. Yang jelas semua terasa menghentak-hentak rongga dadaku, begitu hidup namun membuat ku bergidik. Sunyi itu kini telah tidak ada lagi. Gerbang itu kehilangan kunci.Tak lagi ada jalan setapak menuju kesana. Menuju ke pelupuk mata itu. Tapi aku akan tetap eksis. Sebagai tanah tempat berpijak lelaki yang matanya sedang memandangi kolam ikan itu.

by YARRA CHRISTIANTO
Ditepi Ayung River 2006

CINTAILAH AKU ATAU KUPECAHKAN GELASMU! (A POEM)

Edit Posted by with No comments


Aku ingin bertaruh seribu barel teh jeruk pakai madu
Bahwa mungkin saja dahimu segera berkerut
Andai kau berkenan untuk sedikit mau tahu
Betapa putus asanya aku mencintaimu
Betapa pedih ternyata tidak begitu pedih ketika kita belajar menikmati
Mungkin sekarang kau tidak mengira kalau yang dihadapanmu sekarang ini aku

Ini aku!
Gadis kecil sepuluh tahun silam yang dahulu pernah berkata kepadamu," Cintailah aku atau kupecahkan gelasmu"
Adakah kau ingat?
Kejadiannya belum selang seabad, baru sepuluh tahun saja
Disuatu prom party yang menyesakkan aku teriakkan itu padamu
Ingat kan?
Belum?
Oh.

Aku ini benih yang belum di semai
Sejak aku mengenalmu dan sebelum ada yang kuperbolehkan mengenalku
Dan rindu yang anonim ini membuatku gila
Melontar aksara menjadi kata
"Cintailah aku atau kupecahkan gelasmu!"

Adakah kau ingat?
Namaku: Azura
Belum ingat juga?
Oh.

By Yarra Christianto
Gili Trawangan, Lombok 2000

BIARKAN AKU MATI DI VARANASHI (A POEM)

Edit Posted by with No comments


Biarkan aku mati di Varanashi

Sendirian.
Biar saja hanya lautan Adria yang menemaniku.
Biarkan kami berdua.
Aku yakin ketika kami berdua ia akan menangis
Air tangisannya pasti akan berbentuk buih jernih luarbiasa
Pas seperti air yang berada di atas cakrawala.
Seperti Shangrila yang pernah kutelusuri sebelumnya
Yang saljunya seperti selimut-selimut di surga

Dengar ya...

Aku ingin mati di Varanashi saja
Jangan coba-coba bawa aku ke Yamuna
Meski semua orang bilang siulan Yamuna mampu membuat kesejatian bukit-bukit Himalaya merindu berat
Tapi biarkan aku mati di Varanashi

Aku ingin selalu kesepian di Varanashi

Aku tak sudi melepaskan diriku ditarik oleh lingkaran lain 
Aku ingin rantai ceritaku di putus
Sampai disini.
Di Varanashi.

by Yarra Christianto

Singapore, 2003

LELAKI DALAM GAYA PREPPY (A POEM)

Edit Posted by with No comments



Marilah dengar ceritaku mengenai seorang lelaki bergaya preppy

Setiap kali aku bercerita tentang dia pada siapapun atau pada entah apapun
Punggungku seperti sedang dielus-elus luapan busa air yang menerjang dari sebelah kolam pemandian itu
Mirip dengan busa body scrub yang lembut, ringkih melangkahi sekujur tubuh
Maka aku akan berkacak pinggang pada cibiran orang banyak yang menganggap angin si preppy ku
Kalian harus tahu apa yang cuma aku yang tahu!
Ia lezat seperti creame yang nyempil dalam sepotong croissant
Ia membuatku K.O berkali-kali
Diatas kertas, Di atas ranjang yang berderak-derak tepat di hayalanku
Hingga aku trance...
Dan melupakan sisi kelamnya....
Masih berani menghina preppy ku?
Awas!

by Yarra Christianto

Somewhere in 2007

KITA BUTUH LEBIH DARI SEKEDAR BFF, KITA BUTUH SOUL SISTER

Edit Posted by with No comments




Mungkin sudah ada diantara kamu yang telah yakin kalo sahabat terdekat kamu sekarang ini adalah BFF kamu. Kalo gitu boleh dong saya ucapkan congratulation…

Sungguh bukan hal yang mudah memiliki kesempatan memiliki seseorang yang kita nobatkan sebagai best friend forever. Saya sendiri gak berani cepet-cepet menobatkan seseorang sebagai sahabat setia saya, menggunakan kata sahabat secara gampangan aja saya agak ngeri lho. Kata sahabat itu buat saya sebuah kata yang sacral, secara gak semua orang bisa deket begitu aja dengan kita, mengetahui keseharian kita, berbagi cerita tentang sisi baik dan buruk kita, saling tukar cerita tentang pengalaman hari-hari kita…wah…I think this is too much ladies………………

Berapa orang diantara kita yang pernah dikecewakan sahabatnya? Banyak! Berapa orang diantara kita yang memiliki BFF eh ujung-ujungnya turn out to be our forever enemy for some reasons? Segudang non! Believe me. That’s why buat kita yang masih belum punya BFF mari kita seleksi baik-baik siapakah yang nantinya kita anggap sebagai sahabat setia buat kita. Terkadang banyak juga orang yang merasa fade up dengan sifat buruk kita dan lama kelamaan memutuskan to stepping out keluar dari kehidupan kita, oh..how sad. Buat saya pribadi, saya lebih mencari Soul Sister ketimbang BFF. BFF masih memiliki possibility untuk menyerah dengan keaslian sifat kita yang mungkin yah boleh dibilang sometimes makes our BFF pissed off sampai-sampai she can’t take it anymore dan merasa kejelekan kita adalah suatu yang berada diluar kemampuan dia sebagai BFF kita untuk membantu menghandle saat kita lagi berada dalam periode-periode bad attitude.

Seorang Soul Sister adalah BFF yang benar-benar menganggap kita sebagai saudara sejiwa bagaikan saudara sekandung bagaikan kakak dan adik. Menerima kita sebagai pure saudaranya sendiri dan yang gak give up mengetahui sebenar-benarnya kita dan seburuk-buruknya kita. Kita kan gak selalu berada dalam kondisi terbaik kita, sometimes kita punya struggle, kita punya impian yang tak kunjung tergapai hingga menyebabkan getting frustrate..wah banyaklah. Tentunya sebagai Soul Sister kamu harus memberi dia ruang untuk berkesempatan menasihati kamu atau mungkin sedikit berkonflik untuk membantu menyelesaikan masalah yang menerpa kamu. Sama seperti sebagaimana kita dengan kakak atau adik perempuan kita, kan selalu ada masa-masa berkonflik lalu setelah everything is under control, kita menyadari betapa beruntungnya kita memiliki sister kita, demikian juga dengan Soul Sister nantinya. Sebab dia bukan hanya sekedar sahabat tapi dia sudah seperti saudara sekandung kita.

Happy finding your soul sister…

Senin, 07 September 2015

KAMU SEORANG STILLETTO PERSON ATAU BLOCK SHOES PERSON?

Edit Posted by with No comments



For me, frankly I think I am more to a block shoes person…kalo kamu yang mana?

Sebenernya saya suka semua jenis sepatu mau itu high heel, flat, model flip flop, mary jane, sports, boots, block shoes…anything! Ketika saya masih kecil ayah saya sering ditugaskan bekerja ke luar daerah dari kantor beliau bekerja dan setiap beliau akan berangkat pasti ayah akan selalu menanyakan saya dan kakak saya oleh-oleh apa nanti yang kami inginkan dia bawakan…saya selalu minta dibelikan sepatu dan kakak selalu minta di bawakan buku…akhirnya keliatan sih effectnya, sepatu saya semakin menumpuk dan kakak saya otaknya semakin encer…he…he…

Mungkin perlakuan manis ayah saya yang selalu memanjakan saya dengan membelikan sepatu-sepatu manis dan lucu secara konstan itu membuat saya menjadi seorang shoes lover kalo gak mau di sebut sebagai shoe fetish…J…

Saya lihat di tumpukan sepatu saya banyakan sih heels yang berhak agak lebar dan tebal..soalnya buat saya yang model beginian lebih nyaman buat diajak melangkah bersama…saya juga gak khawatir bakalan ada momen kepleset atau jatuh kalo sedang mengenakan sepatu jenis ini soalnya pekerjaan saya selama ini selalu bergerak dalam bidang hospitality yang butuh banyak gerak mulai dari ketemu klien saat melakukan sales call, menyambut group tamu check-in yang menginap di hotel tempat saya bekerja, me-lead prospectif klien yang ingin menggunakan conference room atau meeting room buat acara seminar mereka. Ya udah pasti agak sulit ya kalo saya harus pake stiletto highheels, naik turun tangga…udah gitu terkadang lokasi dari titik satu ke lainnya selalu bikin pegel betis. That’s why meskipun stiletto heels akan lebih mempercantik penampilan tapi teteup aja cinnn eke pilih yang berhak agak lebar. Untungnya si Pak GM waktu itu gak terlalu peduli what kind of shoes that I had wore as long as the hotel occupancy it’s not on the stage of below 50% everything will be asik-asik aja…syukurlah….:-)

Nah, stilletto sendiri diantara segala jenis sepatu dianggep sebagai ibaratnya Beyonce-nya, yang paling stealing the spotlight getoh…udah sexy, high tall, extremely charming lagi! Gak peduli apakah itu stiletto type boots atau yang pake detil tali..semuanya pasti mengarah ke kesan sexy dan cantik.

Sedangkan block heel shoes lebih mengarah ke satu fashion style era tertentu. Model beginian mulai bertebaran pada jaman-jaman retro 70-an …. Sepatu ini bisa di bilang versatile karena bisa dipadukan dengan outfit apa aja biasanya selalu masuk. Ya casual cucok, yang semi formal ke yang formal beneran juga pas dan gak berlebihan, bagus pokoknya.

Tentang pilihan mau milih yang ini atau itu balik lagi ke kebutuhannya kali ya jeung, kalo kita lagi banyak aktivitas dari sedang ke berat pilih deh yang berhak agak lebar, tapi kalo lagi ada acara-acara khusus seperti wedding, menghadiri  atau apalah-apalah yang membutuhkan gerak maju mundur cantik ya jeung silahkan pilih yang stiletto and di jamin penampilanmu bak super star.

MY EMBROIDERY HANDMADE CUSHION COVER

Edit Posted by with No comments
Dari corat-coret di kertas akhirnya di tuangkan ke atas kain baby canvas dalam bentuk embroidery handmade benang kashmir tebal:











Minggu, 06 September 2015

2 VERSI PERCERAIAN IN A WEEK

Edit Posted by with No comments



Minggu lalu menurut saya adalah minggu yang apes buat saya, kenapa emang? Karena dua orang teman saya sama-sama harus menghadapi vonis perceraian dengan pasangannya. Yup! Ketok palunya itu ya last week.

Sedih? Jelas dong…ya gak mungkin lagi lah kita bisa kumpul-kumpul bareng lagi secara komplit dengan para suami yang sudah bukan pasangan mereka lagi. Padahal mereka itu pasangan yang selalu membawa keceriaan saat kita ngumpul-ngumpul bbq-an. What a shame!

Kayaknya saya gak etis ya kalo mem-blow up nama mereka disini oleh karena itu biarkan saya meng-create nama alias ya buat mereka.

Sebut aja:

KIANA + RALF=TIBA-TIBA MEMUTUSKAN UNTUK BERCERAI

LOLA   + BUDI=RIBUT-RIBUT DULU BARU BERCERAI

Alasan mereka bercerai adalah ketidak cocokan, dua-duanya sama-sama telah menikah selama hampir 3 setengah tahun. Keduanya sama-sama telah dikaruniai seorang anak.

LOLA + BUDI adalah sepasang suami istri yang hangat dalam pertemanan, sama-sama doyan ngobrol, suka melempar joke-joke segar, sering membuat ice breaker dalam situasi-situasi ngumpul-ngumpul yang kurang ramai dan asik, pendeknya dalam bersosialisasi mereka mumpuni deh. Biar gitu mereka juga udah menampakkan ketidak cocokan didepan kita-kita sebagai temannya. Misalnya sering adu mulut saat saling mempertahankan pendapatnya masing-masing. Gak ada yang mau ngalah. Dua-duanya memiliki sifat yang keras. Lola di besarkan dari latar belakang keluarga sederhana namun menempatkan kerja keras diatas segalanya, gak heran kalo akhirnya Lola berhasil dapet kesempatan ngelanjutin S2 di UK dari beasiswa negara. Budi di besarkan dari keluarga kaya yang juga berhasil dari usaha kerja keras ayahnya…maka Budi berkesempatan untuk bersekolah sejak SMA di Sydney sampai lulus S1. Lalu kembali ke Denpasar untuk meneruskan usaha sang ayah.

Lola kelihatannya bermasalah dengan harga diri, maksudnya hatinya sangat cepat merasa teriritasi kalo ada sedikit omongan Budi yang “quotation mark” nyerempet-nyerempet menyinggung harga diri Lola, padahal mungkin aja sih tujuan Budi bukan itu juga. Maka tersinggunglah Lola dan mulailah situasi memanas dan ujung-ujungnya terjadi rally sahut menyahut sindiran diantara mereka. Saya bukan tidak tahu bagaimana rasanya hidup dalam keluarga sederhana, sebab dari situ pula saya berasal. Saya tahulah bagaimana rasanya di bully, di hina, di remehin, gak dianggap oleh orang lain begitu pula yang dialami orang tua saya. Pas seperti yang di alami Lola. The problem is Lola terlalu menganggap hal ini sangat serious dalam arti she takes it as a big personal matter and also something that she had to fight for the sake of her dignity. Jadi masalahnya terletak pada ego dalam mempertahankan proud. Enak aja lo ngomong gitu ama gua, gua kan S2 UK grads and dapet beasiswa lagi…lo kan cuman S1 Aussie udah gitu hasil keringet bapak lu lagi. Hadeuhhh…ini deh yang bikin rempong…ya udah deh kenapa mesti bawa-bawa gelar perkuliahan segala sih? Penting apa? Dalam pernikahankan yang penting ada cinta, kasih sayang, pengertian. Titik.

Pas aku tanya ke Lola apa masih ada cinta buat Budi, terus dia bilang ada sih…tapi dikit..dan yang sedikit itu lenyap kalo mulutnya yang nyinyir itu mulai nyerocos… Saya jadi mo ketawa deh dengernya…ini temen saya pin-pin-bo cinnn…pinter-pinter-bodoh….otak pinter tapi kelakuan masih kayak anak smp yang suka scrappy sama temen berantem. Tapi mau gimana lagi this is her own life…saya tentu aja punya batasan sampe dimana saya bisa komen ke dia. Tapi yang saya sayangkan di sini seandainya saja Lola bisa me-reset standar-standar yang dia bangun di kepalanya, bahwa omongan yang seperti Budi layangkan jangan di masukkan sebagai omongan yang merendahkan. Dia harus menyadari kalo Budi yang notabene udah kaya dari sononya memang terbentuk dari budaya asal ngomong wae…asal ngejeblak aje kalo kate orang Betawi, karena semua-mua gampang dia dapatkan…sebenernya masalahnya udah ketemu, tinggal dibicarakan, saling berubah, saling mengalah, beres habis perkara. Tapi mereka malah mengambil jalan lain yaitu bercerai. Sayang di sayang!

Lalu tiba-tiba datang Kiana+Ralf dengan wajah berseri-seri mengatakan kalo mereka udah bercerai. Bukan main kagetnya kita-kita dan sama sekali gak menyangka. Couple yang ini sangat intim, gak malu saling berciuman depan kami teman-temannya, yah kita maklum aja sih karena mereka kan orang western yang gak tabu dalam hal tersebut. Pokoknya saling mengungkapkan kasih sayang deh di depan semua orang, serasi banget. Lah kenapa cerai?

There is something between me and Ralf that I can’t telling you guys…kata Kiana, maaf ya…ada fenomena gunung es pokoknya diantara kami yang akhirnya meledak dan gak ada solusinya jadi kami memilih pisah, tapi pada dasarnya kami masih saling sayang kok, jadi gak kayak si Lola + Budi yang cerai pakai ribut-ribut gak jelas segala. Contoh lah kami bercerai gak usah pake ribut-ribut…santai aja…tiba-tiba puzzzzz……beres…

Walah…apanya yang beres Kiana…cerai tetep aja bukan sesuatu yang harus di teladani, mau ribut kek, apa wuzzz sama sekali tak terdengar juga intinya sama aja..ya cerai.

#jadimumetbeneranpalasaya

SINGAPORE NEGARA YANG SAVVY

Edit Posted by with No comments



Pastinya!

Semua juga tau kalo negara satu ini hampir tidak memiliki hasil bumi memadai..as long as I know…if we don’t want to admit that there’s no natural source to be explored to. Beda sama Indonesia tercinta ini yang penuh dengan hasil bumi berlimpah…tapi kasihan eh kasihan…kenapa kita-kita ini belom bisa hidup makmur sejahtera seperti negara tetangga kita yang satu ini, masih ada aja saudara-saudara kita di sini yang masih mikir besok bisa makan apa enggak, poor thing! Pemimpin Singapore mampu mengubah ketidak beruntungan menjadi sumber pemasukan luar biasa dengan memikirkan apa yang mereka punya dan apa yang mereka tidak punya. Berangkat dari situ dan menyadari bahwa lokasi lah yang menguntungkan mereka, maka mereka berhasil membranding image negaranya dan terjual laris manis ke seluruh jagat sebagai salah satu tujuan wisata belanja dunia. Hebat!

Our main problem menurut saya cenderung ke mental para aparatur negara kita yang punya gaya berpikir bukan seperti seorang negarawan. Kapan ya kita punya pemimpin lagi kayak pemimpin-pemimpin kita di masa lalu, seperti Bung Karno, Bung Hatta, Bung Tomo, H.Cokroaminoto, Douwess Dekker, Ibu Kartini, Ibu Dewi Sartika, Teuku Umar, Tjut Nyak Dien, I Gusti Ngurah Rai, Pattimura, mereka menempatkan rakyat didepan terlebih dahulu dari pada diri mereka sendiri. Banyak dari mereka yang sama sekali gak merasakan priviledge sebagai pahlawan seperti yang seharusnya mereka terima atas sumbangsih mereka. Sampai kapanpun saya akan selalu menaruh hormat setinggi-tingginya pada mereka yang saya sebutkan diatas baik yang tidak sempat saya sebutkan karena keterbatasan waktu dan media. Y’all had done a pretty….pretty...pretty good job my heros!

Emang sih di Singapura juga kita gak bisa bilang kalo penduduknya gak pernah puyeng mikirin living cost, mereka pun pusing 7 keliling lho kalo udah bicara tentang tempat tinggal. Rumah, tanah, kontrak rumah, sewa rumah itu mahalnya S-E-L-A-N-G-I-T. Orang berada memilih tinggal di Condominium dan yang kelas rakyat di HBD flat, namun dengan fasilitas yang baik. Biarpun demikian pada intinya.. they are also strunggling in paying or renting their house. Good news-nya mereka masih bisa tahu bahwa besok pasti mereka bisa makan, they don’t really bother about their daily expenses about what to eat, what to wear.

Disamping perumahan, mobil juga mahal pisan disana, jangan pernah ngebayangin kamu bisa muter-muter blok dengan mobil pribadi kamu kalo kamu bukan orang kaya banget soalnya biaya importnya aje gile mahal, beloman lagi kudu punya certificate of entitlement plus seabrek peraturan dalam hal mengendarai mobil seperti ujian teori dan praktek, fyi gagang setir mereka di sebelah kiri ya.  Untunglah mereka punya MRT dan angkutan bus yang murmer tapi nyaman dengan 1 Sing Dollar kamu bisa kelalang-keliling dengan menggunakan pre-paid card EZ link atau option lain bisa pake flashpay card. Taxi juga gak mahal disana jadi bisa jadi alternative sarana transportasi. Banyakan juga sopirnya orang yang udah setengah bayaan jadinya kita berasa aman di setirin orang yang menyetir tanpa sradak-sruduk ala kebanyakan pengemudi khas anak muda yang sedang bengal-bengalnya saat naik metromini dan kopaja di Jakarta.

Bicara soal tingginya living cost, biaya hidup mereka ada di rank #7 di index biaya hidup seluruh dunia, San Francisco aja berada dua level dibawahnya yaitu rank#9…memang New York masih lebih mahal dari Singapore yaitu di posisi rank#5. Style kehidupan disana lebih condong westernnya dibanding asiannya.
Kalo orang Bule sih cenderung lebih suka ya tinggal di Singapore di banding di negara asia tenggara lainnya kalo me-refer keteraturan negara itu, tempat perbelanjaan? Everywhere, keamanan mantap, masalah food? Singapore itu surganya segala jenis makanan, east-meets-west, fusion, tradisional apa aja ada, food court bertebaran dimana-mana mulai dari tipe street food, junk food, slow cooked food…just name it..apa aja..and the price may vary…kalo mo harga nyungsep ya di street food tapi keringetan tanggung sendiri, mo nyaman ber ac ya di resto fine dining…the choice is yours. Sebagai center dari southeast asia traveling point, beruntungnya kita juga bisa mengunjungi sekaligus beberapa negara dari situ baik melalui darat maupun udara dengan harga bersahabat. Mo ke Thailand deket, ke Malaysia apalagi, ke Vietnam, Laos…Taipei hayo di jabanin, atau mau ke Aussie juga bisa karena ada flight langsung kan dari Changi ke Perth dan region lain di Australia.

Tingkat pendapatan pekerja di Singapore juga udah setingkat dengan apa yang di dapat oleh para pegawai di negara maju. Sebutlah gaji guru TK bisa lah dapet sekitar 4000an Sing Dollar..mayan banget kan menurut kita…eiiits tapi inget living costnya bisa sekitaran 3500an lho…jadi palingan dia cuma punya sisa 500an…mau nabung? Kayaknya jarang ada bisa yang nabung deh dengan pendapatan segitu. Kalo Saya bandingin ama di Bali ini sama aja terutama di Kuta-Seminyak-Legian-Petitenget…untuk yang kelas-kelas  manager ke bawah kalo kurang beruntung emang cuma dapet 4 juta perak…punya anak dua, istri gak kerja masih doyan belanja, arisan dan kluyuran sebulan sekali needs beauty treatment ala ala, yah sama juga gak bisa nabung. Living cost di Indonesia emang jauh lebih kecil…tapi standard gaji juga bukan kepalang rendahnya…jadi masih teramat bikin sesak dada untuk sekedar membeli sesuatu...dengan demikian.. biar gimana juga masih lebih besar kesempatan penduduk Singapura untuk merasakan hal-hal lebih baik dari kita.

Kapan kita dan saudara-saudara kita disini bisa hidup tanpa rasa kuatir tentang masa depan?


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...